Rabu, 18 April 2012

Berawal saat menginjak masa putih abu-abu, kelas X. Obsesiku untuk menjadi anggota OSIS yang belum mampu aku penuhi, akhirnya aku berhasil mendapatkan kesempatan itu. Di sekolahku, pemilihan perangkat inti OSIS dipilih melalui perwakilan kelas yang kemudian dikirim untuk mengikuti tiga tahap selanjutnya. Tahap-tahap itu antara lain tes tertulis, tes wawancara dan kampanye.

Perangkat inti OSIS terdiri atas Ketua OSIS, Wakil Ketua OSIS I, Wakil Ketua OSIS II, Sekretaris, Wakil Sekretaris II, Wakil Sekretaris II, Bendahara, Wakil Bendahara I, dan Wakil Bendahara II. Diantara semua jabatan itu, kelas X hanya berhak memperebutkan posisi Wakil II.

Pertama, aku harus lolos dari kelas terlebih dahulu. Saat itu aku harus 'berbagi' kesempatan dengan saudara kembarku, Windy. Kita sepakat jika Windy mencalonkan diri sebagai Wakil Sekretaris II dan aku mencalonkan diri sebagai Wakil Bendahara II. Ketika pemilihan, sial bagi Windy yang kalah suara dibanding yang lain. Aku tidak sampai hati melihat kekecewaan di raut wajah Windy. Hingga aku memutuskan untuk membiarkan Windy mencoba kembali di posisi bendahara, karena aku tahu keinginannya lebih kuat daripada aku. Dengan perasaan yang sudah tidak menentu, Windy menolak tawaranku dan memintaku untuk melanjutkan perjuanganku. Oke, aku menurutinya. Selanjutnya adalah giliranku. Dan keberuntungan berpihak padaku. Aku berhak untuk lanjut ke babak berikutnya.

Lanjut, aku mengikuti tes tertulis bersama perwakilan kelas X dan XI yang lain. Lagi-lagi aku beruntung, aku berhasil lolos ke tahap wawancara. Di tahap kedua ini aku harus menyebutkan visi dan misi terhadap OSIS dan sekolah itu sendiri. Dengan perasaan tegang, aku memasuki ruangan yang berisi senior-senior OSIS sebelumnya. Mereka mengomentari visi dan misi yang telah aku sebutkan. Ada beberapa yang pro dengan jawabanku dan tidak sedikit yang menyemburku dengan rentetan pertanyaan. Sekitar sepuluh menit berlalu, aku keluar dengan perasaan lega. Namun aku masih harus menanti keputusan pada hari itu juga. Satu per satu nama disebutkan, dan ada namaku diantaranya. Aku masuk ke 27 besar.

Nah... ini dia tahap terakhir yang harus aku lewati. KAMPANYE. Diantara 27 orang harus dibentuk tiga koalisi yang merupakan satu paket calon petinggi OSIS. Kita diharuskan memilih koalisi yang kuat dan klop dengan diri kita sendiri. Akhirnya aku tergabung dalam koalisi yang sejak awal diagung-agungkan oleh warga sekolah. Koalisi yang dijagokan dan juga diyakini akan memenangkan kompetisi ini.

KOALISI 3

Ya, ini foto tercupu dan teralay. Mau tidak mau aku menuruti rekanku yang lain untuk berpose seperti itu. Sama seperti awal, aku mendapat posisi Wakil Bendahara II. Perjalanan tidak lantas sekejap menjadi mudah. Dua koalisi lain tetap menjadi ancaman. Hari demi hari dilewati untuk menyatukan visi dan misi ke-sembilan orang yang berbeda ini. Brosur-brosur sudah ditempel di mading. Satu per satu kelas kita datangi untuk menarik perhatian mereka agar menyontreng koalisi 3. Sampai tiba di puncak acara, kampanye di lapangan di hadapan seluruh warga SMA N 8 Palembang. Setelah selesai, 27 besar diisolasi di perpustakaan selama pemungutan suara berlangsung.

Sekitar 3 jam kemudian, semuanya berkumpul untuk mengumumkan pemenang. Aku berdoa penuh harap agar koalisiku, koalisi yang selalu dinomorsatukan bisa menjadi nomor satu pada hari itu. Hasil suara ditulis di papan tulis. Dengan segenap kecemasan, aku membuka mata melihat hasil. Dan... koalisi 3 mendapat urutan kedua dengan selisih suara 17 angka kalau tidak salah. Mau tidak mau, koalisi 3 harus puas dengan posisi itu.

HAMPIR MENANG!!!!
Ya, apapun yang hampir tidak pernah benar-benar terjadi.

1 comments:

WinStar World Casino & Resort - Jackson, MS Jobs | JTHub
View 수원 출장마사지 the 김포 출장안마 Jobs, Employment, and more for WinStar World Casino & Resort in Jackson, MS. Apply to 안동 출장마사지 Security Officer, 시흥 출장마사지 and more! 청주 출장샵

REPLY

Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates & MyBloggerThemes