Senin, 22 Juli 2013

Hai! Kali ini gue mau sharing tentang perjalanan gue sampai akhirnya terdaftar sebagai mahasiswa. Nggak jamin sih ini penting buat lo baca, ya tapi semoga aja tetap ada sesuatu yang bisa lo dapet dari pengalaman gue yang satu ini.

Jadi gini, gue adalah salah satu orang yang sangat mengidam-idamkan UI sebagai sekolah lanjutan. Dan gue percaya kalau gue bisa jadi the next yellow jacket (re: mahasiswa UI). Pada saat itu gue berusaha semaksimal mungkin untuk kejar target biar bisa ngewujudin impian gue. Gue juga berusaha cari cara biar orangtua gue merestui pilihan gue tersebut. Ya, orangtua gue sebenarnya menentang. Hingga saatnya batas waktu input data SNMPTN hampir usai, orangtua gue sepertinya menyetujui keinginan gue. Gue memilih UI di SNMPTN (jalur undangan).

Gue pikir semua sudah berjalan seperti yang gue harapkan. Namun sekitar dua minggu sebelum pengumuman, pertentangan yang dulu gue pikir hilang tiba-tiba harus jadi perdebatan pelik lagi—bahkan disaat semuanya udah nggak bisa diubah. Gue sempat down dan marah sama keadaan. Gue pasrah dan mencoba menerapkan teori "sabar meski terbebani", "memahami meski tak sehati", dan "ikhlas meski tak rela". Gue serahkan semuanya pada Tuhan, sebagai penentu apapun yang terjadi dalam hidup gue.

Tibalah saatnya pengumuman, gue dapet kabar kalau ternyata gue nggak lulus. Gue gagal. Jujur aja gue emang sempat ngerasain "jleb moment", tapi ternyata rasanya nggak sesakit yang gue pikir. Mungkin juga karena sebelumnya gue udah dapet "peringatan" melalui orangtua gue.
Sebenarnya bukan kekalahan gue di SNMPTN yang buat kecewa, tapi justru kekalahan gue dari orangtua gue yang bikin gue kecewa. Ya, orangtua gue menang. Dan untuk kedua kalinya, gue marah sama keadaan.


But show must go on...

Tujuan gue selanjutnya adalah SBMPTN (jalur tertulis). Gue bingung apakah gue tetap harus memilih UI atau justru menyerah dan memilih Unsri. Semua hal udah gue coba pertimbangin, dan akhirnya gue memilih untuk menyerah. Akhirnya, gue memilih ketiga pilihan yang disediakan di Unsri.
Sebenarnya gue memilih Unsri bukan karena gue memikirkan orangtua gue, tapi karena gue memikirkan diri gue sendiri. Gue nggak mau usaha gue selama ini sia-sia cuma karena nggak dapet restu orangtua. Percuma dong gue udah banting tulang kalau akhirnya gue masih harus jadi korban. Gue nggak mau!!!

Hari ujian tiba. Gue sudah memberikan yang terbaik dari diri gue. Selebihnya, gue memohon tangan penolong-Nya buat ngelulusin gue di SBMPTN ini.
Ini memang bukan yang paling gue inginkan. Namun pada akhirnya, inilah yang paling gue harapkan.

Selama kurang lebih tiga minggu menunggu hasil, gue sempat galau. Pengen sok pesimis tapi tetap berharap. Pengen sok optimis tapi takut jatuhnya sakit.
Gue mulai memikirkan keluarga gue. Gue mulai khawatir nggak bisa buat orangtua gue bangga lagi. Gue mulai khawatir dengan pertanyaan "sekarang anaknya sudah dimana?" yang bakal ditanyain orang-orang ke orangtua gue. Dan diantara itu semua, yang paling gue khawatirin adalah diri gue sendiri. Gue takut nggak bisa lanjut kuliah kalau gue nggak bisa lulus di SBMPTN ini.

Kelihatannya gue emang egois ya. Sedikit-sedikit yang gue pikirin cuma diri gue sendiri. Ya tapi siapa yang lebih peduli dengan diri gue dibanding diri gue sendiri? Bukannya kepedulian orang-orang itu cuma basa-basi?
Meskipun begitu, gue juga sadar kok, ada segelintir orang disekitar gue yang memang peduli. Dan semua keegoisan gue tentang masa depan gue di bangku kuliah adalah demi mereka yang peduli sama masa depan gue, bukan hanya demi diri gue sendiri.

Oke, gue mulai salah fokus. Sekarang waktunya pengumuman hasil yang dimajukan empat hari dari jadwal seharusnya. Sempat terpikir untuk menunda melihat hasil. Namun akhirnya gue penasaran. Sekarang ataupun nanti hasilnya masih akan tetap sama. Gue kuatkan hati untuk menerima kemungkinan terburuk.

Saat gue lihat tulisan warna merah di website gue pikir gue nggak lulus. Tapi saat gue baca, ternyata gue berhasil lulus di pilihan pertama. Gue bersyukur. Rencana gue "mengalah untuk menang" ternyata berhasil. Dan akhirnya gue bisa dapetin another yellow-jacket (re: mahasiswa Unsri) sebagai pengganti.
Emang nggak sebanding kalau gue harus ngebandingin dua universitas itu, tapi senggaknya itu terdengar menarik di telinga gue untuk menghibur diri.

So far, gue menyadari banyak hal dari kejadian ini. Salah satunya adalah bahwa Tuhan selalu punya cara sendiri untuk menunjukkan jalan terbaik-Nya. Meskipun sempat marah sama keadaan, tapi gue nggak pernah nyesel dengan pilihan yang udah pernah gue pilih. Karena gue tahu, lulus di Manajemen Unsri nggak berarti menutup celah lain yang ada. Perjalanan gue masih panjang dan pencarian gue belum berakhir.

Setelah kejadian ini, gue udah males mikirin sesuatu yang masih jauh di depan. Gue udah ngerasain sendiri gimana rencana yang udah gue siapin dengan matang pada akhirnya harus berubah total di saat waktunya tiba. Ya jadi jalani aja dulu apa yang seharusnya dilakukan saat ini.

Ibarat naik gunung, kita cuma harus mulai melangkah dan menikmati perjalanan. Sampai atau tidaknya di puncak kan tergantung cara kita mendaki.

6 comments

Hehe terima kasih sudah berkunjung :)

REPLY

kak aku hampir mau nangis baca ini kak ceitanya sama persis kayak keadaan aku saat ini. aku sekarang baru aja lulus sma dan masih bingung nentuin jurusan sbmptn. sebenarnya aku juga udah diterima di polines tapi impian buat masuk universitas yang aku harapin belum ilang kak padahal sehari sebelumnya aku udah mantep mau ikutin kata ibuku tapi tetep aja masih galau kak. kak curhatanku masih banyak nih boleh gak ngirimnya lewat email aja

REPLY

Boleh. Cerita di email aja kalo masih panjang, nanti saya jawab di email. Tapi maaf ya kalo agak lama karena saya jarang buka email. Kalo mau cepet bisa lewat DM twitter atau inbox FB hehe

REPLY

Winda.. inspiratif sekali tulisannya.
terima kasih ya sharingnya, saya akan bagi untuk anak saya yg tahun depan akan berjuang di snmptn / sbmptn.

salam.

REPLY

Terima kasih, Bu. Semoga bermanfaat bagi anaknya dan lulus di PTN/jurusan yang diinginkan ^^

REPLY

Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates & MyBloggerThemes