Kamis, 12 Juli 2012


Judul               : Touché
Penulis             : Windhy Puspitadewi
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Ukuran            : 13.5 x 20 cm
Tebal               : 208 halaman
Terbit              : Mei 2011
Harga              : Rp. 35.000,-

Selain kemampuan aneh yang bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain lewat sentuhan, Riska memiliki kehidupan normal layaknya siswi SMA biasa. Tapi semua berubah sejak kehadiran Pak Yunus, guru pengganti, dan perkenalannya dengan Indra yang dingin dan Dani si juara kelas.

Riska kemudian diberitahu bahwa dirinya adalah touché alias orang yang memiliki kemampuan melalui sentuhan, seperti halnya Indra, Dani, dan Pak Yunus sendiri. Seakan itu belum cukup mengejutkan, Pak Yunus diculik! Sebuah puisi kuno diduga merupakan kunci untuk menemukan keberadaan Pak Yunus.

Dengan kemampuan mereka, Riska, Dani, dan Indra pun berusaha memecahkan kode dalam puisi kuno tersebut dan menyelematkan guru mereka.


Touché (dibaca tusye) merupakan novel keempat karya Windhy Puspitadewi yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Untuk membuat novel fantasi keduanya ini, Windhy memerlukan waktu satu tahun untuk menyelesaikannya. Kesulitannya adalah bagaimana cara mengemas cerita fiktif hingga bisa meyakinkan. Ternyata Windhy ketagihan membuat novel fantasi karena imajinasinya jadi lebih bisa dieksplor. 


---

Keinginan Windhy untuk mengangkat tema fantasi sangat tersalurkan melalui novel ini. Dan pilihannya mengambil ide tentang kaum touché ini menurut saya sangat luar biasa. Ide ini sangat jarang bahkan tidak terpikirkan oleh orang lain. Terlebih lagi untuk membuat orang yakin dengan cerita fantasi yang ia buat, tentunya membutuhkan imajinasi lebih. Dan melalui buku ini, saya cukup terpukau dengan rentetan penjelasan mengenai kemampuan yang dimiliki kaum touché. Penjelasan itupun dilengkapi dengan contoh dari tokoh-tokoh dunia seperti Karl Friedrich May, Beethoven, dan Casanova serta teori-teori yang membuat pembaca akan percaya dan tidak meragukan apa yang dituliskannya tentang adanya kaum touché.


Selain ide yang unik dan tidak terpikirkan, Windhy juga memasukkan tiga tokoh dalam pencarian dengan karakter yang kuat pada setiap tokoh sesuai latar belakang masing-masing.

Riska, the empath, yang katanya memang hanya the empath-lah kemampuan touché yang dimiliki perempuan. Riska selalu memakai jaket untuk menutupi tangannya agar tidak bersentuhan dengan orang lain. Karena hal itu akan membuatnya menyerap terlalu banyak perasaan.

Indra, mind reader, cowok dingin yang menyalahkan kemampuan touché-nya atas menjauhnya orang-orang terdekatnya. Namun, ada anak perempuan yang menyebutnya superman karena telah membantu anak itu. Anak perempuan itulah yang membuatnya bertahan.

Dani, text absorber, yang menjadi juara kelas karena mampu menyerap buku yang disentuhnya. Dani adalah teman sekelas Indra yang sudah berteman dengannya sejak kecil. 

Diantara ketiga tokoh ini justru karakter Indra lebih menonjol dan berperan penting dalam cerita ini. Indra seolah-olah mengetuai ketiganya dalam pencarian Pak Yunus.


Dalam perjalanannya, sekelompok orang menggunakan mobil berwarna wagon hijau hadir sebagai komplotan yang dianggap sebagai penculik kaum touché. Mulai dari sinilah ketegangan akan menyelimuti para pembaca dengan kekhawatiran jika salah satu dari ketiganya akan menjadi incaran selanjutnya. Pembaca benar-benar akan merasa menyaksikan langsung adegan demi adegan yang mereka lakukan dengan kecemasan yang sama, seolah-olah kita masuk ke dalam cerita. Bahkan saya merasa buku ini sangat menarik jika diangkat di layar lebar. Begitupun komentar teman-teman saya yang sudah membacanya.

Terlepas dari berbagai ketegangan dan rasa penasaran para pembaca mengenai kelanjutan petualangan menemukan Pak Yunus, Windhy berhasil menyelipkan adegan percintaan antara Riska dan Indra yang tetap manis dan berkesan. Sehingga meskipun buku ini didominasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan touché, kisah percintaan keduanya tetap akan membekas di memori para pembaca sebagai bagian yang sama pentingnya dan tidak boleh terlupakan.


Dalam novel ini, Windhy menggunakan sudut pandang orang ketiga. Latar tempatnya sendiri yaitu kota Surabaya dan Surakarta. Dari segi gaya bahasa, Windhy menyampaikan ceritanya dengan bahasa yang enak dibaca dan tidak berbelit-belit. Kalimatnya to the point sehingga tidak menguras pikiran pembaca untuk memahami maksud yang ia tulis. Kebiasaan Windhy menyelipkan ilmu dan pengetahuan tentang sejarah di buku-bukunya juga tidak hilang di novelnya yang satu ini. Bahkan di novel ini, point itu mendapat porsi yang cukup besar. Meskipun begitu, Windhy justru berhasil membuat pengetahuan tampak menyenangkan--seperti yang diinginkannya.

Meskipun sebelumnya saya mengatakan bahwa tiga tokoh dalam pencarian Pak Yunus adalah the empath, mind reader dan text absorber. Namun sesungguhnya pemeran utamanya adalah the empath, mind reader dan the track finder.


---

Touché berisi cerita detektif-detektifan dan sedikit action yang diselipi cerita cinta-cintaan khas anak muda serta pengetahuan mengenai tokoh-tokoh dan sejarah dunia. Jadi, bagi kalian yang ingin tahu seperti apa kaum touché itu, bagaimana Indra dkk memecahkan berbagai petunjuk yang ada, seperti apa kisah cinta yang manis antara Indra dan Riska, dan siapakah the track finder-nya? Saya sangat menganjurkan kalian untuk membeli novel ini. Percaya pada saya, ending novel ini tidak seklise yang kalian kira saat membaca resensi ini.

9 comments

bagus gan artikelnya..

blogwalking + follow ya sob

snurcholis.blogspot.com

REPLY

enak x yah bisa membaca smua isi di buu tanpa membuanya..
ahahah...

REPLY

Bisa tambahin amanatnya ngga? Makasih:)

REPLY

Secara keseluruhan, amanatnya adalah apapun yang dianugerahkan Tuhan kepada kita bisa jadi hal positif atau negatif tergantung cara kita menyikapinya :)

REPLY

aku sudah baca novel ini.. bagussssssss sekali

REPLY

reviewnya lengkap ya kak.. hehe. liat review skalian blokwalking ^^

REPLY
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates & MyBloggerThemes