Yuk Masuk Perguruan Tinggi Negeri: SNMPTN
Hai! Di awal tahun ini saya ingin berbagi pengalaman saya saat mengikuti SNMPTN dan SBMPTN 2013 lalu. Ya, saya adalah lulusan tahun 2013 yang telah merasakan sendiri suka dan duka dalam mengikuti SNMPTN dan SBMPTN. Untuk itu, saya ingin sedikit membantu adik-adik agar bisa lebih "melihat", seperti apa sih medan SNMPTN dan SBMPTN? Yuk disimak, semoga bisa membantu.
SNMPTN (Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri)
SNMPTN atau yang biasa disebut jalur undangan adalah jalur masuk PTN yang seleksinya dilakukan berdasarkan nilai dan prestasi siswa dan sekolah.
SNMPTN atau yang biasa disebut jalur undangan adalah jalur masuk PTN yang seleksinya dilakukan berdasarkan nilai dan prestasi siswa dan sekolah.
Sejak pukul 08.00 WIB kemarin, setiap sekolah sudah bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti SNMPTN dengan mengisi PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa) di http://pdss.snmptn.ac.id. Itu bukan kewajiban siswa. Kepala sekolah atau pihak sekolah yang bertanggung jawab atas itu. Tapi... kalian selaku siswa tetap harus aktif untuk memantau itu semua. Karena bagaimanapun, kalianlah yang memegang peran penting atas kelanjutan masa depan kalian, yang dalam hal ini adalah lulus SNMPTN.
Mungkin saya tidak akan terlalu membahas prosedurnya, karena hampir semua data vital diinput sekolah. Kalian hanya perlu mengisi biodata, prodi dan PTN yang hendak kalian pilih, mengupload foto, mencetak kartu peserta, serta yang paling penting, mengecek data yang telah diinput sekolah, apakah sama atau tidak dengan data yang sebenarnya.
Selain itu, SNMPTN juga tidak ada prosedur khusus untuk membayar uang pendaftaran ke bank karena sejak tahun lalu SNMPTN bebas uang pendaftaran.
PRODI DAN PTN PILIHAN
Pertama, saya akan membahas mengenai pilihan prodi dan PTN. Tentunya ini menjadi sumber kegalauan paling utama bagi kalian. Menurut saya, yang sering membuat bingung dalam menentukan prodi ada enam hal:
1. Cita-cita dari kecil
2. Prospek kerja
3. Keinginan orang tua
4. Passion
5. Pilihan realistis
6. Gengsi-gengsian
Tapi, apa kalian hanya boleh memilih salah satunya? Tentu saja tidak. Kalau saja kalian bisa lebih bijak, kalian bisa memilih prodi yang memenuhi enam kategori diatas, atau setidaknya beberapa diantaranya. Gimana caranya?
Pertama, saya akan membahas mengenai pilihan prodi dan PTN. Tentunya ini menjadi sumber kegalauan paling utama bagi kalian. Menurut saya, yang sering membuat bingung dalam menentukan prodi ada enam hal:
1. Cita-cita dari kecil
2. Prospek kerja
3. Keinginan orang tua
4. Passion
5. Pilihan realistis
6. Gengsi-gengsian
Tapi, apa kalian hanya boleh memilih salah satunya? Tentu saja tidak. Kalau saja kalian bisa lebih bijak, kalian bisa memilih prodi yang memenuhi enam kategori diatas, atau setidaknya beberapa diantaranya. Gimana caranya?
KENALI DIRIMU!
Ini memang tidak sesimpel kelihatannya. Karena banyak dari kita yang tidak mampu mengenali diri sendiri. Untuk memulainya kalian harus mencoba introspeksi diri.
Pertama, coba tanya diri kalian, apa sih minat bakat kalian? Suka hapalan, hitungan atau justru seni? Kira-kira bakal gimana ya prospek kerjanya?
Kalau kalian udah tahu apa yang sesuai dengan minat bakat dan prospek kerja mendatang, langkah selanjutnya adalah lihat nilai rapor semester 1-5 (atau sampai semester 7 untuk SMK/MAK) kalian. Apa memungkinkan untuk lulus? Kalau menurut kalian "mungkin", barulah tanya orang tua kalian, apakah mereka setuju dengan pilihan kalian? Kalau mereka setuju tentunya tidak akan menjadi masalah. Tapi kalau mereka tidak setuju? Coba kalian jelaskan alasan kalian memilih prodi dan PTN tersebut. Ingat loh, kalian harus punya alasan yang tepat dan mampu dipertanggungjawabkan untuk memenangkan hati orang tua kalian. Entah mereka setuju atau tidak, selanjutnya kalian perlu bertanya dan mendengarkan apa yang menjadi keinginan orang tua kalian beserta alasannya. Kalian juga wajib mendengarkan dan mempertimbangkan apa yang menjadi keinginan mereka. Meskipun kalian sudah dewasa dan mampu menentukan pilihan sendiri, sebagai anak, kalian juga pastinya ingin patuh dan mendapat restu penuh atas pilihan kalian, kan? Oleh karena itu, berkomunikasilah yang baik dengan orang tua kalian dan bijaklah dalam menentukan jalan tengahnya. Bagaimanapun, kalianlah yang mengerti keadaan orang tua dan diri kalian sendiri. Usahakan untuk mendapat win-win solution.
Ini memang tidak sesimpel kelihatannya. Karena banyak dari kita yang tidak mampu mengenali diri sendiri. Untuk memulainya kalian harus mencoba introspeksi diri.
Pertama, coba tanya diri kalian, apa sih minat bakat kalian? Suka hapalan, hitungan atau justru seni? Kira-kira bakal gimana ya prospek kerjanya?
Kalau kalian udah tahu apa yang sesuai dengan minat bakat dan prospek kerja mendatang, langkah selanjutnya adalah lihat nilai rapor semester 1-5 (atau sampai semester 7 untuk SMK/MAK) kalian. Apa memungkinkan untuk lulus? Kalau menurut kalian "mungkin", barulah tanya orang tua kalian, apakah mereka setuju dengan pilihan kalian? Kalau mereka setuju tentunya tidak akan menjadi masalah. Tapi kalau mereka tidak setuju? Coba kalian jelaskan alasan kalian memilih prodi dan PTN tersebut. Ingat loh, kalian harus punya alasan yang tepat dan mampu dipertanggungjawabkan untuk memenangkan hati orang tua kalian. Entah mereka setuju atau tidak, selanjutnya kalian perlu bertanya dan mendengarkan apa yang menjadi keinginan orang tua kalian beserta alasannya. Kalian juga wajib mendengarkan dan mempertimbangkan apa yang menjadi keinginan mereka. Meskipun kalian sudah dewasa dan mampu menentukan pilihan sendiri, sebagai anak, kalian juga pastinya ingin patuh dan mendapat restu penuh atas pilihan kalian, kan? Oleh karena itu, berkomunikasilah yang baik dengan orang tua kalian dan bijaklah dalam menentukan jalan tengahnya. Bagaimanapun, kalianlah yang mengerti keadaan orang tua dan diri kalian sendiri. Usahakan untuk mendapat win-win solution.
Lalu, bagaimana kalau minat bakat kalian tidak sesuai dengan nilai rapor? Kalian boleh kok tetap lanjut, asal kalian juga siap dengan kemungkinan terburuk untuk tidak lulus. Kalau kalian tidak berani ambil resiko, lebih baik pilih prodi yang lebih memungkinkan untuk lulus dan tetap dalam bidang yang tidak jauh berbeda dengan minat bakat kalian.
Kenapa harus sesuai minat bakat? Simpelnya sih karena do what you love jauh lebih mudah dan mengasyikan daripada love what you do. Kuliah berbeda dengan sekolah, dan tidak sesantai yang ada di FTV. Gambaran singkatnya adalah, saat sekolah dulu ada istilah "masuk bareng keluar bareng". Tiba saatnya UN semua bisa ikut (bahkan bisa lulus dengan aman), entah dulunya rajin, males, pintar ataupun nakal. Tapi untuk lulus dari perguruan tinggi (khususnya negeri), setiap orang punya ceritanya sendiri. Ada yang bisa lulus dalam waktu singkat, lama atau bahkan bisa di drop out. Semua adalah tergantung diri sendiri.
Oke anyway. Selanjutnya, hal-hal apa aja sih yang harus diperhatikan saat menentukan prodi dan PTN pilihan?
Satu.
Prioritaskan memilih PTN di provinsi (terdekat) kalian. Kenapa? Karena banyak PTN yang lebih memprioritaskan putra-putri daerahnya.
Dua.
Tentukan prioritas pilihan dengan baik. Dari 3 prodi dan 2 PTN yang berhak kalian pilih, letakkan prodi yang menjadi prioritas kalian di pilihan pertama, dan begitu seterusnya. Ini tidak ada hubungannya dengan passing grade (yang ada di bimbel). Yang perlu kalian lihat adalah peluang dan saingan. Selanjutnya, bandingkan dengan nilai rapor dan minat bakat kalian.
Tiga.
Ingat-ingat lagi, apakah dalam beberapa tahun terakhir ada alumni dari sekolah kalian yang diterima di prodi dan PTN tersebut? Menurut saya, jumlah alumni yang diterima di suatu prodi dan PTN memiliki pengaruh penting dalam penerimaan di tahun berikutnya. Tapi, bukan berarti sekolah yang sedikit/tidak memiliki alumni di prodi dan PTN tersebut tidak mungkin lulus. Nilai, prestasi dan indek sekolah tetap menjadi penilaian utama.
Empat.
Berbagi kesempatan dengan teman sekelas/sesekolah. Tidak ada yang tahu akan sebanyak apa saingan kalian nantinya. Namun setidaknya, kalian harus memperkecil kemungkinan (tingginya saingan) tersebut. Terbukalah untuk saling memberi tahu apa yang menjadi tujuan kalian. Jika ada yang lain yang memilih prodi di PTN yang sama dengan kalian, alangkah lebih baiknya jika salah satu yang nilainya lebih rendah berlapang dada untuk memilih prodi atau PTN lain.
Lima.
Perhatikan rapor kalian. Apakah ada kesalahan atau coretan di dalam rapor kalian? Lalu cek lagi, apakah nilai yang diinput sekolah sudah sama dengan yang tertulis di rapor kalian? Jika ada, pada saat kalian dinyatakan lulus SNMPTN nantinya, jangan lupa untuk meminta surat keterangan dari sekolah bahwa kesalahan tersebut merupakan kelalaian pihak sekolah. Kenapa saya memberi tahu hal ini? Karena ada yang lulus SNMPTN namun tidak lulus saat verifikasi data karena ada coretan di rapornya dan tidak membawa surat keterangan dari sekolah. Oleh karena itu, jangan sampai kalian melakukan kesalahan yang sama.
Satu.
Prioritaskan memilih PTN di provinsi (terdekat) kalian. Kenapa? Karena banyak PTN yang lebih memprioritaskan putra-putri daerahnya.
Dua.
Tentukan prioritas pilihan dengan baik. Dari 3 prodi dan 2 PTN yang berhak kalian pilih, letakkan prodi yang menjadi prioritas kalian di pilihan pertama, dan begitu seterusnya. Ini tidak ada hubungannya dengan passing grade (yang ada di bimbel). Yang perlu kalian lihat adalah peluang dan saingan. Selanjutnya, bandingkan dengan nilai rapor dan minat bakat kalian.
Tiga.
Ingat-ingat lagi, apakah dalam beberapa tahun terakhir ada alumni dari sekolah kalian yang diterima di prodi dan PTN tersebut? Menurut saya, jumlah alumni yang diterima di suatu prodi dan PTN memiliki pengaruh penting dalam penerimaan di tahun berikutnya. Tapi, bukan berarti sekolah yang sedikit/tidak memiliki alumni di prodi dan PTN tersebut tidak mungkin lulus. Nilai, prestasi dan indek sekolah tetap menjadi penilaian utama.
Empat.
Berbagi kesempatan dengan teman sekelas/sesekolah. Tidak ada yang tahu akan sebanyak apa saingan kalian nantinya. Namun setidaknya, kalian harus memperkecil kemungkinan (tingginya saingan) tersebut. Terbukalah untuk saling memberi tahu apa yang menjadi tujuan kalian. Jika ada yang lain yang memilih prodi di PTN yang sama dengan kalian, alangkah lebih baiknya jika salah satu yang nilainya lebih rendah berlapang dada untuk memilih prodi atau PTN lain.
Lima.
Perhatikan rapor kalian. Apakah ada kesalahan atau coretan di dalam rapor kalian? Lalu cek lagi, apakah nilai yang diinput sekolah sudah sama dengan yang tertulis di rapor kalian? Jika ada, pada saat kalian dinyatakan lulus SNMPTN nantinya, jangan lupa untuk meminta surat keterangan dari sekolah bahwa kesalahan tersebut merupakan kelalaian pihak sekolah. Kenapa saya memberi tahu hal ini? Karena ada yang lulus SNMPTN namun tidak lulus saat verifikasi data karena ada coretan di rapornya dan tidak membawa surat keterangan dari sekolah. Oleh karena itu, jangan sampai kalian melakukan kesalahan yang sama.
BIAYA KULIAH
There's a will, there's a way. Di berbagai PTN akan ada banyak beasiswa yang ditawarkan. Bahkan, pemerintah telah membuka program bidik misi untuk calon mahasiswa yang kurang mampu. Cek disini.
There's a will, there's a way. Di berbagai PTN akan ada banyak beasiswa yang ditawarkan. Bahkan, pemerintah telah membuka program bidik misi untuk calon mahasiswa yang kurang mampu. Cek disini.
Selain itu, sejak tahun 2013 lalu seluruh PTN di Indonesia serempak menggunakan sistem UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang menyesuaikan pendapatan orang tua. Sehingga diharapkan hal itu bisa membantu permasalahan ekonomi keluarga.
Yang penting kalian harus aktif cari informasi mengenai beasiswa atau hal-hal semacamnya yang mampu mengurangi beban finansial (keluarga) kalian.
Yang penting kalian harus aktif cari informasi mengenai beasiswa atau hal-hal semacamnya yang mampu mengurangi beban finansial (keluarga) kalian.
3 PRODI 2 PTN
Mungkin masih ada yang belum mengerti maksud dari 3 prodi 2 PTN. Maksudnya, kalian diperbolehkan memilih total 3 prodi di 2 PTN berbeda, bukan 2 PTN masing-masing bisa memilih 3 prodi (total 6 prodi). Sama juga artinya dengan, kalian hanya bisa memilih maksimal 2 prodi di 1 PTN. Jadi gini,
Mungkin masih ada yang belum mengerti maksud dari 3 prodi 2 PTN. Maksudnya, kalian diperbolehkan memilih total 3 prodi di 2 PTN berbeda, bukan 2 PTN masing-masing bisa memilih 3 prodi (total 6 prodi). Sama juga artinya dengan, kalian hanya bisa memilih maksimal 2 prodi di 1 PTN. Jadi gini,
Contoh yang benar:
1. Pendidikan Dokter Umum UI
2. Pendidikan Dokter Gigi UI
3. Pendidikan Dokter Umum UGM
1. Pendidikan Dokter Umum UI
2. Pendidikan Dokter Gigi UI
3. Pendidikan Dokter Umum UGM
Contoh yang salah:
Universitas Indonesia
1. Pendidikan Dokter Umum
2. Pendidikan Dokter Gigi
3. Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Gajah Mada
1. Pendidikan Dokter Umum
2. Pendidikan Dokter Gigi
3. Ilmu Keperawatan
Universitas Indonesia
1. Pendidikan Dokter Umum
2. Pendidikan Dokter Gigi
3. Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Gajah Mada
1. Pendidikan Dokter Umum
2. Pendidikan Dokter Gigi
3. Ilmu Keperawatan
Jika kalian memilih 2 PTN, pastikan jika salah satunya adalah PTN yang ada di provinsi kalian atau provinsi terdekat jika belum tersedia PTN di provinsi kalian, dan PTN satunya kalian bebas memilih di daerah mana. Namun, jika kalian hanya ingin memilih 1 PTN, kalian bisa memilih PTN di daerah mana saja.
Ilustrasi:
Kalian merupakan siswa yang berdomisili di Bandung. PTN yang satu provinsi dengan tempat tinggal kalian adalah Unpad dan ITB. Kalian bisa memilih salah satunya.
Kalian merupakan siswa yang berdomisili di Bandung. PTN yang satu provinsi dengan tempat tinggal kalian adalah Unpad dan ITB. Kalian bisa memilih salah satunya.
Contoh yang benar:
1. Pendidikan Dokter Umum Unpad
2. Pendidikan Dokter Gigi Unpad
3. Pendidikan Dokter Umum UGM
atau
1. Pendidikan Dokter Umum UGM
2. Pendidikan Dokter Gigi UGM
3. -
1. Pendidikan Dokter Umum Unpad
2. Pendidikan Dokter Gigi Unpad
3. Pendidikan Dokter Umum UGM
atau
1. Pendidikan Dokter Umum UGM
2. Pendidikan Dokter Gigi UGM
3. -
LINTAS JURUSAN
Saya yakin banyak dari kalian yang berminat untuk lintas jurusan. Sayangnya, tidak semua PTN memperbolehkan hal tersebut. Dan yang lebih disayangkan, tidak ada yang tahu pasti PTN mana-mana saja yang memperbolehkan dan tidak. Namun pada umumnya, di SNMPTN, kemungkinan jurusan IPA ke IPS untuk lulus jauh lebih besar daripada jurusan IPS ke IPA.
Saya yakin banyak dari kalian yang berminat untuk lintas jurusan. Sayangnya, tidak semua PTN memperbolehkan hal tersebut. Dan yang lebih disayangkan, tidak ada yang tahu pasti PTN mana-mana saja yang memperbolehkan dan tidak. Namun pada umumnya, di SNMPTN, kemungkinan jurusan IPA ke IPS untuk lulus jauh lebih besar daripada jurusan IPS ke IPA.
Khusus SMK, di http://snmptn.ac.id ada ketentuan bahwa "SMA/MK hanya diijinkan memilih prodi yang relevan dan ditentukan oleh masing-masing PTN". Jadi, prodi yang bisa dipilih siswa SMK relatif terbatas, tergantung PTN yang bersangkutan.
Lalu, bagaimana jika memilih prodi yang tidak relevan? Karena ketentuan sudah tertera dengan jelas di website, sepertinya akan sulit untuk lulus jika kalian memilih prodi yang tidak relevan.
Oleh karena itu, untuk yang ingin lintas jurusan, saya lebih menyarankan untuk mengejarnya di SBMPTN.
Lalu, bagaimana jika memilih prodi yang tidak relevan? Karena ketentuan sudah tertera dengan jelas di website, sepertinya akan sulit untuk lulus jika kalian memilih prodi yang tidak relevan.
Oleh karena itu, untuk yang ingin lintas jurusan, saya lebih menyarankan untuk mengejarnya di SBMPTN.
LULUSAN 2013 BISA IKUT?
Belum ditemukan jawaban pasti mengenai hal itu. Tapi kalau ditelaah lagi, sepertinya yang dimaksud adalah siswa SMA/MAK yang mengikuti UN 2013 namun menyelesaikan studinya di tahun 2014 karena adanya tugas praktek, magang atau sebagainya. Hal ini diperjelas oleh tulisan pada website yang menyebutkan "siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir pada tahun 2014 yang mengikuti UN pada tahun 2013 atau 2014". Untuk lebih jelasnya mungkin kalian bisa cari tahu sendiri berdasarkan informasi yang beredar.
Belum ditemukan jawaban pasti mengenai hal itu. Tapi kalau ditelaah lagi, sepertinya yang dimaksud adalah siswa SMA/MAK yang mengikuti UN 2013 namun menyelesaikan studinya di tahun 2014 karena adanya tugas praktek, magang atau sebagainya. Hal ini diperjelas oleh tulisan pada website yang menyebutkan "siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir pada tahun 2014 yang mengikuti UN pada tahun 2013 atau 2014". Untuk lebih jelasnya mungkin kalian bisa cari tahu sendiri berdasarkan informasi yang beredar.
LULUS, TAPI MAU IKUT SBMPTN JUGA?
Hal pertama yang perlu diingat adalah, jadwal tes SBMPTN akan bertepatan dengan jadwal daftar ulang calon mahasiswa yang lulus SNMPTN. Hal ini bertujuan agar calon mahasiswa yang telah diterima di suatu prodi dan PTN tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya. Bahkan ada PTN tertentu yang akan memberi sanksi kepada calon mahasiswa yang bersangkutan jika hal itu benar terjadi.
Hal pertama yang perlu diingat adalah, jadwal tes SBMPTN akan bertepatan dengan jadwal daftar ulang calon mahasiswa yang lulus SNMPTN. Hal ini bertujuan agar calon mahasiswa yang telah diterima di suatu prodi dan PTN tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya. Bahkan ada PTN tertentu yang akan memberi sanksi kepada calon mahasiswa yang bersangkutan jika hal itu benar terjadi.
Selain itu, kalaupun hal itu tidak secara langsung berdampak kepada kalian (calon mahasiswa yang diterima), biasanya hal itu berdampak kepada sekolah kalian. Prodi dan PTN tersebut biasanya akan mengurangi kuota atau bahkan mem-blacklist sekolah kalian untuk lulus SNMPTN di prodi dan PTN tersebut tahun berikutnya.
Jadi kalaupun kalian mau ikut SBMPTN, kalian harus pilih salah satu. SNMPTN yang udah pasti atau SBMPTN yang belum pasti?
Selain kalian harus mencoba peruntungan lagi (yang hasilnya belum tentu seberuntung SNMPTN), kalian juga terkesan egois karena dianggap telah membuang kesempatan adik-adik kalian.
Selain kalian harus mencoba peruntungan lagi (yang hasilnya belum tentu seberuntung SNMPTN), kalian juga terkesan egois karena dianggap telah membuang kesempatan adik-adik kalian.
Tapi prodi dan PTN nya tidak sesuai minat bakat atau keadaan orang tua?
Itulah kenapa dari awal saya menekankan untuk memilih prodi dan PTN yang sesuai dengan minat bakat dan keadaan orang tua kalian. Kalau sejak awal kalian sudah yakin tidak akan mengambil prodi dan PTN tersebut, lebih baik pilih yang lain yang tidak akan membuat kalian ingin melepaskannya. Makanya, jangan gengsi-gengsian untuk memilih prodi dan PTN favorit agar terlihat keren di mata teman-teman kalian. Ukur diri kalian, dan pilih yang sesuai dengan diri kalian.
Itulah kenapa dari awal saya menekankan untuk memilih prodi dan PTN yang sesuai dengan minat bakat dan keadaan orang tua kalian. Kalau sejak awal kalian sudah yakin tidak akan mengambil prodi dan PTN tersebut, lebih baik pilih yang lain yang tidak akan membuat kalian ingin melepaskannya. Makanya, jangan gengsi-gengsian untuk memilih prodi dan PTN favorit agar terlihat keren di mata teman-teman kalian. Ukur diri kalian, dan pilih yang sesuai dengan diri kalian.
Pada intinya, tidak ada yang tahu pasti bagaimana penilaian di SNMPTN. Tidak ada yang terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk kalian. Pilihan tetap berada di tangan kalian. Rendah hatilah dalam memilih. Semua kemungkinan masih ada. Yang paling penting, pastikan diri kalian terdaftar serta memilih prodi dan PTN yang tepat di SNMPTN 2014 ini, karena 50% kursi tersedia untuk jalur SNMPTN. Selanjutnya, serahkah semuanya pada Tuhan Yang Maha Esa.
Kalian berhak memilih prodi dan PTN apapun (termasuk yang favorit). Kuatkan hati kalian apapun hasilnya. Semua orang siap menang, tapi tidak semua orang siap kalah. Tetap persiapkan diri kalian untuk mengikuti tes SBMPTN. Baca postingan selanjutnya.

1 comments:
kak mau tanya...kalau sudah mendaftar SNMPTN dan belum ada pengumuman apa boleh daftar SBMPTN juga?
REPLY